Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

6/10/2011

Pendidikan anak


Pendidikan anak merupakan satu hal penting yang tidak bisa kita abaikan. Sebagai orang tua, hendaknya kita memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan memilihkan sekolah yang baik buat anak.

Ingat, anak merupakan generasi masa depan bangsa. Hal terpenting untuk menuju cita-cita adalah pendidikan. Tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah, meski sekolah sudah menyiapkan kurikulum untuk mendidik anak. Pendidikan terbaik tetap saja terletak pada Anda sebagai orang tuanya.
Anggap saja anak berada di sekolah selama 8 jam, sedangkan sisanya yang 16 jam adalah bersama Anda. Karenanya, Anda, perlu terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

Memberikan Dukungan
Selalu berikan perhatian kepada anak, dan tanamkan nilai dan tujuan pendidikan. Upayakan untuk selalu mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Anda bisa melakukan kunjungan untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak.

Sediakan waktu untuk anak
Sebagai orang tua, Anda harus selalu menyediakan waktu yang cukup banyak bagi anak. Jadilah tempat curhat untuk menampung stress anak Anda. Mendengarkan keluhannya, dan berusaha turut memberikan solusi atas permasalahannya disarankan dalam pendidikan anak.

Awasi kegiatan belajar di rumah
Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak Anda sudah mengerjakan tugas mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda.
Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan kegiatan lainnya.

Mengajarkan tanggung jawab
Anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah.
Cobalah mulai memberikan pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari dengan jadwal yang spesifik. Hal itu akan mengajarkan rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.

Menjadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi dalam banyak hal. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.
Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun atas komunikasi yang baik.

Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun penuh kasih sayang. Selalu menuruti keinginan anak tidak disarankan dalam pendidikan anak, karena membuatnya manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dsb.

Menjaga kesehatan
Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Jika kelelahan, mereka tidak dapat belajar dengan baik. Hindari makanan seperti junk food, yang mendatangkan pengaruh buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.

Kerja Sama dengan Guru
Tidak ada salahnya Anda mengenal guru dan menjalin hubungan baik dengan mereka. Berkomunikasilah untuk perkembangan anak Anda. Guru perlu tahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda, sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda.
Hadirilah pertemuan orang tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah, sehingga memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis serta perkembangannya di sekolah. Sumber : http://www.anneahira.com/kesehatan-anak/pendidikan-anak.htm







5/24/2011

Mengapa PTK Penting?

Belakangan ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) semakin menjadi trend untuk dilakukan oleh para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang. Awal mulanya, PTK, ditujukan untuk mencari solusi terhadap masalah sosial(pengangguran, kenakalan remaja, dan lain-lain) yang berkembang di masyarakat pada saat itu. PTK dilakukan dengan diawali oleh suatu kajian terhadap masalah tersebut secara sistematis. Hal kajian ini kemudian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan rencana yang telah disusun, kemudian dilakukan suatu observasi dan evaluasi yang dipakai sebagai masukan untuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada tahap pelaksanaan. Hasil dari proses refeksi ini kemudian melandasi upaya perbaikan dan peryempurnaan rencana tindakan berikutnya. Tahapan-tahapan di atas dilakukan berulang-ulang dan berkesinambungan sampai suatu kualitas keberhasilan tertentu dapat tercapai.

Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, PTK berkembang sebagai suatu penelitian terapan. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.


Mengapa Penelitian Tindakan Kelas Penting?

Ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatu kebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesional seorang guru :
  1. 1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Dia menjadi reflektif dan kritis terhadap lakukan.apa yang dia dan muridnya
  2. 2. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktis, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakan selama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai peneniliti di bidangnya.
  3. 3. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Tindakan yang dilakukan guru semata-mata didasarkan pada masalah aktual dan faktual yang berkembang di kelasnya.
  4. 4. Pelaksanaan PTK tidak menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan kelasnya. PTK merupakan suatu kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
  5. 5. Dengan melaksanakan PTK guru menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.
  6. 6. Penerapan PTK dalam pendidikan dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu hasil instruksional; mengembangkan keterampilan guru; meningkatkan relevansi; meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru.

5/22/2011

Prinsip Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Pendidikan dengan basis kontekstual learning mempunyai beberapa hal dasar yang menjadi ruh pelaksanaan. Beberapa hal dasar tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman bagaimana kita melaksanakan pendidikan dan pembelajaran dengan metode kontekstual learning. Berikut adalah prinsip-prinsip dasar pengembangan pendidikan kontekstual learning.

Prinsip Kesaling-Bergantungan (Intedependensi)
Prinsip ini membuat hubungan yang bermakna (making meaningfull connections) antara proses pembelajaran dan konteks kehidupan nyata sehingga peserta didik berkeyakinan bahwa belajar merupakan aspek yang esensial bagi kehidupan di masa datang.
Prinsip ini mengajak para pendidik mengenali keterkaitan mereka dengan pendidik lainnya, peserta didik, stakeholder, dan lingkungannya.

Bekerjasama (collaborating) untuk membantu peserta didik belajar secara efektif dalam kelompok, membantu peserta didik untuk berinteraksi dengan orang lain, saling mengemukakan gagasan, saling mendengarkan untuk menemukan persoalan, mengumpulkan data, mengolah data, dan menentukan alternatif pemecahan masalah.
Prinsipnya menyatukan berbagai pengalaman dari masing-masing peserta didik untuk mencapai standar akademik yang tinggi (reaching high standards) melalui pengidentifikasian tujuan dan memotivasi peserta didik untuk mencapainya.

Prinsip Perbedaan (Diferensiasi)
Prinsip diferensiasi adalah mendorong peserta didik menghasilkan keberagaman, pebedaan, dan keunikan. Terciptanya kemandirian dalam belajar (self-regulated learning) yang dapat mengkontruksi minat peserta didik untuk belajar mandiri dalam konteks tim dengan mengkorelasikan bahan ajar dengan kehidupan nyata, dalam rangka mencapai tujuan secara penuh makna (meaningfullness).
Terciptanya berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) di kalangan peserta didik dalam rangka pengumpulan, analisis, dan sintesa data, guna pemecahan masalah.

Terciptanya kemampuan peserta didik untuk mengidentifikasi potensi pribadi, dalam rangka menciptakan dan mengembangkan gaya belajar (style of learning) yang paling sesuai sehingga dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin secara aktif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Prinsip Pengaturan Diri
Prinsip pengaturan diri menyatakan bahwa proses pembelajaran diatur, dipertahankan, dan disadari oleh peserta didik sendiri, dalam rangka merealisasikan seluruh potensinya. Peserta didik secara sadar harus menerima tanggung jawab atas keputusan dan perilaku sendiri, menilai alternatif, membuat pilihan, mengembangkan rencana, menganalisis informasi, menciptakan solusi dan dengan kritis menilai bukti.
Melalui interaksi antar siswa akan diperoleh pengertian baru, pandangan baru sekaligus menemukan minat pribadi, kekuatan imajinasi, kemampuan mereka dalam bertahan dan menemukan sisi keterbatasan diri.

Prinsip Penilaian Autentik (Authentic Assessment)
Penggunaan penilaian autentik, yaitu menantang peserta didik agar dapat mengaplikasikan berbagai informasi akademis baru dan keterampilannya ke dalam situasi kontekstual secara signifikan

5/17/2011

Empat Pilar Pendidikan Unesco

UNESCO merupakan lembaga PBB yang menangani masalah kependidikan, secara reguler mengadakan pertemuan khusus dengan sembilan negara ( disebut E-nine ) yang anggotanya: Bangladesh, Brasil, Cina, India, Indonesia, Mesir, Meksiko, Nigeria dan Pakistan. Salah satu hasil pertemuan terpenting yang diselenggarakan di Jomtien (Thailand) menghasilkan deklarasi “Education for All” yang berarti pendidikan untuk semua.

Komisi penggalian konsep reformasi pendidikan yang diketuai Jacques Delors, mengidentifikasi empat pilar sebagai pondasi dalam pembaharuan dan reformasi pendidikan, yaitu:
1. Learning to know

Konsep belajar ini memfokuskan antara pengetahuan dasar dan umum dengan kesempatan untuk bekerja pada bidang khusus yang terus berkembang sesuai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kegiatan sosial ekonomi. Pada Learning to know terkandung makna belajar bagaimana belajar. Dalam hal ini tercakup tiga aspek yaitu: apa yang dipelajari, bagaimana caranya agar orang bisa mengetahui dan belajar, serta siapa yang melakukan kegiatan belajar.

2. Learning to do

Konsep belajar ini melengkapi manusia dengan kecakapan berfikir, berprakarsa, dan mengasah rasa. Konsep ini dikaitkan dengan dunia kerja, yaitu membantu manusia mempersiapkan diri mencari nafkah (bekerja). Secara konseptual learning to do menyatu raga dengan konsep learning by doing atau belajar dengan melakukan atau mengerjakan. Artinya bahwa belajar bukan hanya mendengar atau melihat semata-mata, tetapi pengalaman mempraktekan suatu kegiatan merupakan jalan untuk memperoleh pengetahuan, dan bukan merupakan hasil kegiatan. Learning to do dimanifestasikan oleh berbagai bentuk program pelatihan dan pendidikan kejuruan.

3. Learning to live together
Konsep belajar ini melengkapi manusia dengan kecakapan beraneka ragam pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai serta kompetensi subjek belajar untuk berpartisipasi dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Dengan konsep belajar hidup bersama ini diharapkan dapat mengatasi berbagai konflik yang timbul di dalam masyarakat yang pluralistime serta dalam kehidupan global dimana terdapat perbedaan kultur, geografis, dan etnik dan sebagainya.

4. Learning to be
Konsep belajar ini merujuk kepada pengembangan potensi manusia secara maksimal untuk mengaktualisasikan dirinya dengan kebebasan dan kearifan untuk menentukan pilihan dan dengan rasa tanggung jawab yang kuat. Dengan Learning to be berarti manusia harus mengenal jati dirinya, mengetahui kelemahan dan kelebihannya untuk membangun pribadi yang utuh secara terus menerus.

5/16/2011

Pendidikan Anak

Pendidikan anak
Pendidikan anak merupakan satu hal penting yang tidak bisa kita abaikan. Sebagai orang tua, hendaknya kita memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan memilihkan sekolah yang baik buat anak. Ingat, anak merupakan generasi masa depan bangsa. Hal terpenting untuk menuju cita-cita adalah pendidikan.

Tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah, meski sekolah sudah menyiapkan kurikulum untuk mendidik anak. Pendidikan terbaik tetap saja terletak pada Anda sebagai orang tuanya.

Anggap saja anak berada di sekolah selama 8 jam, sedangkan sisanya yang 16 jam adalah bersama Anda. Karenanya, Anda, perlu terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

Memberikan Dukungan
Selalu berikan perhatian kepada anak, dan tanamkan nilai dan tujuan pendidikan. Upayakan untuk selalu mengetahui perkembangan anak di sekolah.
Anda bisa melakukan kunjungan untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak.

Sediakan waktu untuk anak
Sebagai orang tua, Anda harus selalu menyediakan waktu yang cukup banyak bagi anak. Jadilah tempat curhat untuk menampung stress anak Anda. Mendengarkan keluhannya, dan berusaha turut memberikan solusi atas permasalahannya disarankan dalam pendidikan anak.
Awasi kegiatan belajar di rumah

Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak Anda sudah mengerjakan tugas mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda.

Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan kegiatan lainnya.

Mengajarkan tanggung jawab
Anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari dengan jadwal yang spesifik. Hal itu akan mengajarkan rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.

Menjadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi dalam banyak hal. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.
Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun atas komunikasi yang baik.


Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun penuh kasih sayang. Selalu menuruti keinginan anak tidak disarankan dalam pendidikan anak, karena membuatnya manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dsb.

Menjaga kesehatan
Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Jika kelelahan, mereka tidak dapat belajar dengan baik. Hindari makanan seperti junk food, yang mendatangkan pengaruh buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.

Kerja Sama dengan Guru
Tidak ada salahnya Anda mengenal guru dan menjalin hubungan baik dengan mereka. Berkomunikasilah untuk perkembangan anak Anda. Guru perlu tahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda, sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda.

Hadirilah pertemuan orang tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah, sehingga memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis serta perkembangannya di sekolah.

5/02/2011

Realistic Mathematics Education (RME)

Realistic Mathematics Education (RME) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori RME pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia.

Ini berarti matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa (Gravemeijer, 1994). Upaya ini dilakukan melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-persoalan “realistik”. Realistik dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan oleh siswa (Slettenhaar, 2000). Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasi oleh prosedur-prosedur pemecahan informal, sedangkan proses penemuan kembali menggunakan konsep matematisasi.

Dua jenis matematisasi diformulasikan oleh Treffers (1991), yaitu matematisasi horisontal dan vertikal. Contoh matematisasi horisontal adalah pengidentifikasian, perumusan, dan penvisualisasi masalah dalam cara-cara yang berbeda, dan pentransformasian masalah dunia real ke masalah matematik. Contoh matematisasi vertikal adalah representasi hubungan-hubungan dalam rumus, perbaikan dan penyesuaian model matematik, penggunaan model-model yang berbeda, dan penggeneralisasian. Kedua jenis matematisasi ini mendapat perhatian seimbang, karena kedua matematisasi ini mempunyai nilai sama (Van den Heuvel-Panhuizen, 2000) .

Berdasarkan matematisasi horisontal dan vertikal, pendekatan dalam pendidikan matematika dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu mekanistik, emperistik, strukturalistik, dan realistik. Pendekatan mekanistik merupakan pendekatan tradisional dan didasarkan pada apa yang diketahui dari pengalaman sendiri (diawali dari yang sederhana ke yang lebih kompleks). Dalam pendekatan ini manusia dianggap sebagai mesin. Kedua jenis matematisasi tidak digunakan. Pendekatan emperistik adalah suatu pendekatan dimana konsep-konsep matematika tidak diajarkan, dan diharapkan siswa dapat menemukan melalui matematisasi horisontal. Pendekatan strukturalistik merupakan pendekatan yang menggunakan sistem formal, misalnya pengajaran penjumlahan cara panjang perlu didahului dengan nilai tempat, sehingga suatu konsep dicapai melalui matematisasi vertikal. Pendekatan realistik adalah suatu pendekatan yang menggunakan masalah realistik sebagai pangkal tolak pembelajaran. Melalui aktivitas matematisasi horisontal dan vertikal diharapkan siswa dapat menemukan dan mengkonstruksi konsep-konsep matematika.

Karakteristik RME
Karakteristik RME adalah kegiatan pembelajaran yang menggunakan: konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif, dan keterkaitan (intertwinment) (Treffers,1991; Van den Heuvel-Panhuizen,1998).

Dalam RME, pembelajaran diawali dengan masalah kontekstual (“dunia nyata”), sehingga memungkinkan mereka menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Proses penyarian (inti) dari konsep yang sesuai dari situasi nyata dinyatakan oleh De Lange (1987) sebagai matematisasi konseptual. Melalui abstraksi dan formalisasi siswa akan mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian, siswa dapat mengaplikasikan konsep-konsep matematika ke bidang baru dari dunia nyata (applied mathematization). Oleh karena itu, untuk menjembatani konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari perlu diperhatikan matematisi pengalaman sehari-hari (mathematization of everyday experience) dan penerapan matematikan dalam sehari-hari (Cinzia Bonotto, 2000)

Konflik Guru vs Murid

Sering kita temui keluhan para guru adanya siswa bermasalah, demikian juga diantara siswa-dengan siswa juga banyak kita temui banyak masalah. Pada posting ini kita akan secara ringkas menerangkan apa yang harus dilakukan guru menghadapi konflik tersebut.

Apabila suatu ketika Anda mendengar kalimat “Ibu Guru benci sama aku!” diucapkan si kecil berulang kali, dan si kecil menjadi rewel, sudah sepatutnya Anda lebih memperhatikannya secara khusus. Suasana seperti ini bisa memberi dampak serius terhadap pelajaran anak di sekolah. Walaupun si kecil dan gurunya tidak cocok, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki situasi dan merintis saling keterbukaan, yaitu:
  1. Berpikir positif dengan mencoba untuk bersikap netral dan melihat permasalahan secara jernih.
  2. Simak baik-baik penjelasan anak Anda, apa maksud dari kalimat “Ibu Guru benci sama aku!”.
  3. Cari solusi bersama anak Anda untuk mengatasi masalah ini.
  4. Amati situasi, misalnya dengan bertanya kepada orang tua lain yang anaknya juga atau pernah menjadi murid dari guru tersebut, apabila konflik berawal dari guru.
  5. Bicara dengan guru, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan menghindari sikap atau kata-kata yang menyalahkan. Sebelumnya, Anda bisa bertanya dahulu mengenai perkembangan akademis dan emosional anak Anda di kelas.
  6. Laksanakan rencana dengan menindaklanjuti secara teratur perkembangan yang dialami oleh anak Anda. Apabila masalah terletak pada ketidakcocokan, pastikan anak Anda mengerti bahwa hal ini bukan salahnya dan jelaskan padanya bahwa hal ini merupakan kesempatan baginya untuk mempraktekkan cara berhubungan dengan baik dengan orang lain yang memiliki berbagai macam sifat dan perilaku.
  7. Datang rutin, luangkan waktu atau jadwalkan secara teratur untuk bertemu dengan guru anak Anda, akan menciptakan adanya saling pengertian dan komukasi yang baik.
  8. Temui kepala sekolah, apabila situasi tidak membaik dan tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan.
  9. Pindah sekolah, apabila semua usaha sudah dilakukan tetapi tidak berhasil.